Beranda Pendidikan Tinjau Pesantren Tahfizh Ahlul Qur’an, Bupati Aceh Tamiang Respons Aspirasi Warga: Jalan...

Tinjau Pesantren Tahfizh Ahlul Qur’an, Bupati Aceh Tamiang Respons Aspirasi Warga: Jalan Rusak Diusulkan Masuk Anggaran 2027

12
0

Aceh Tamiang – Kunjungan Bupati Aceh Tamiang Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., ke Pondok Pesantren Tahfizh Ahlul Qur’an di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Ahlul Qur’an Tamiang Hulu menjadi momentum penyampaian aspirasi masyarakat terkait peningkatan akses jalan menuju lembaga pendidikan Islam tersebut.

Pesantren yang berlokasi di Dusun Wonosari, Desa Perkebunan Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, itu menyambut kedatangan Bupati bersama pimpinan pesantren dan para santri. Dalam kesempatan tersebut, persoalan akses jalan menjadi salah satu perhatian warga yang berharap adanya perbaikan infrastruktur untuk mendukung aktivitas pendidikan dan mobilitas masyarakat.

Pimpinan Pesantren Apresiasi Kunjungan Bupati

Pimpinan sekaligus Kepala Pondok Pesantren Tahfizh Ahlul Qur’an, M. Suib Z., S.Ag., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Bupati Aceh Tamiang ke lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

Kepada awak media pada Rabu (14/10/2026), seusai sholat Ashar di masjid kawasan Pulau Tiga, M. Suib menyampaikan harapannya agar kunjungan tersebut menjadi dorongan bagi perkembangan pesantren ke arah yang lebih baik.

“Atas nama para guru, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Aceh Tamiang yang telah mengunjungi pesantren kami. Semoga ke depan pesantren ini semakin berkembang dan menjadi lebih baik,” ungkap M. Suib.

Menurutnya, perhatian terhadap lembaga pendidikan keagamaan merupakan hal penting dalam mendukung proses pembinaan generasi muda, khususnya dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.

Warga Soroti Kondisi Jalan Menuju Pesantren

Di balik harapan pengembangan pendidikan, persoalan infrastruktur jalan menuju pesantren turut disampaikan warga setempat. Suarno, warga Afdeling III, meminta agar jalan dari jalur lintas menuju pesantren dapat diaspal demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Ia menjelaskan, kondisi jalan yang licin ketika hujan menjadi kendala bagi masyarakat, terutama orang tua santri yang datang menjenguk anak-anak mereka. Pengendara yang belum terbiasa melintasi jalur tersebut dinilai menghadapi risiko tergelincir saat kondisi jalan licin.

“Kami meminta agar jalan dari jalan lintas menuju pesantren ini bisa diaspal. Ketika hujan, jalannya licin sehingga orang tua santri yang datang menjenguk anaknya sering mengalami kesulitan, terutama bagi yang belum terbiasa melewati jalan tersebut,” ujar Suarno.

Aspirasi itu, menurut warga, bukan semata-mata menyangkut kepentingan pesantren. Jalan tersebut juga dibutuhkan masyarakat setempat untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Bupati Minta Permohonan Diajukan untuk Usulan Anggaran 2027

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi meminta agar pihak terkait mengajukan surat permohonan resmi sehingga kebutuhan perbaikan jalan dapat diusulkan untuk dimasukkan dalam anggaran tahun 2027.

“Tolong dibuat saja surat permohonannya agar bisa kita masukkan dalam anggaran 2027 nanti. Apalagi jalan ini bukan hanya untuk pesantren, tetapi juga masih banyak masyarakat setempat yang membutuhkannya. Terima kasih, kita usahakan,” demikian respons Bupati sebagaimana disampaikan dalam keterangan kegiatan.

Pernyataan tersebut membuka ruang bagi tindak lanjut administratif terhadap kebutuhan infrastruktur yang disampaikan masyarakat. Namun, realisasi pengaspalan tetap bergantung pada proses pengusulan, penilaian prioritas, ketersediaan anggaran, dan keputusan sesuai mekanisme pemerintahan daerah.

Akses Jalan Layak, Penunjang Pendidikan dan Kepentingan Publik

Kondisi jalan menuju lembaga pendidikan merupakan bagian penting dari aksesibilitas masyarakat. Jalan yang layak dapat membantu kelancaran aktivitas belajar, memudahkan orang tua mengunjungi anak-anak mereka, serta mendukung mobilitas warga yang menggunakan jalur tersebut.

Karena itu, aspirasi warga mengenai pengaspalan jalan menuju Pondok Pesantren Tahfizh Ahlul Qur’an perlu ditindaklanjuti melalui pendataan kondisi lapangan, penyampaian usulan resmi, dan penentuan skala prioritas pembangunan.

Kunjungan Bupati dan respons terhadap aspirasi warga diharapkan menjadi langkah awal bagi komunikasi yang lebih konkret antara pemerintah daerah, pengelola pesantren, dan masyarakat.

Masyarakat kini menantikan tindak lanjut dari usulan tersebut agar akses jalan yang aman dan layak dapat mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan sekaligus memenuhi kebutuhan warga sekitar.

Pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan akses terhadap pendidikan, keselamatan, dan pelayanan publik semakin baik. (Marzuki)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini